Tentang Puisi Tentang Kucing Miskin
Sedih melihat si kucing di jalan,
Mata sayu penuh harap, terbayang kepedihan.
Berjalan perlahan, di tengah keramaian,
Mencari remah cinta di bumi kehidupan.
Tak ada kasur empuk untuk tidur malamnya,
Hanya dingin trotoar yang menyelimuti dirinya.
Wajah kecil itu melihat dunia dengan duka,
Tetapi tetap ada sinar, seolah ia berkata: "Aku bertahan juga."
Oh, kucing malang, janganlah menyerah,
Suaramu yang lemah, tetaplah bertingkah ceria.
Di suatu sudut kota yang penuh asa,
Semoga ada tangan yang akan membuka pintu rumahnya.
Karena setiap makhluk punya hak bahagia,
Jangan biarkan mereka jadi cerita yang dilupa.
Peluklah si kucing, beri ia keluarga,
Dalam kasih dan cinta, mari kita semua berbagi sukacita.